Senin, 06 September 2021

6 Komponen-Komponen Cooling System


Komponen-komponen cooling system , kelanjutan dari artikel seblumnya yang membahas pengertian dan kerja cooling system selnjuat nya adalah menjelaskan apa saja komponen-komponen cooling system dan fungsinya, Rangkaian atau jalur cooling system memiliki kumpulan komponen utama yang berkaitan untuk mecapai kerja yang optimal , Sedikit mengingat kembali fungsi cooling system adalah membuang panas berlebih hasil dari pembakaran engine dan menjaga temperatur operasi engine tetap pada temperatur yang di harapkan. Secara umum komponen cooling system terdiri dari.

 
1. Jacket water
Adalah lubang atau rongga untuk saluran fluida coolant yang terdapat pada engine block dan cylinder head, panas dari hasil pembakaran membuat semua komponen dalam engine mengalami kenaikan temperatur, Jacket water yang berisi cairan coolant mengambil panas berlebih dari pembakaran dengan cara system konduksi atau perpindah panas, sehingga temperatur operasi engine terjaga.


2. Water temperatur regulator
Di sebut juga sebagai termostat berfungsi mengatur arah coolant ke radiator , pada saat engine awal operasi dan temperatur coolant belum tercapai, regulator menutup aliran coolant dalam engine block untuk tidak arahkan ke radiator hingga temperatur operasi tercapai , setelah tercapai temoeratur operasi engine dan coolant system, water temperatur regulator akan membuka jalur aliran coolant menuju radiator untuk di jaga tinggi rendah tenperatur operasinya.


3. Water pump
Water pump  berfungsing mengalirkan cairan coolant dengan memompa keseluruh saluran cooling system agar menyerap panas yang tumbul hasil dari pembakaran engine , water pump di gerakan oleh rangkaian gear train dalam engine ada juga yang menggunakan syatem penggerak pulley .


4. Radiator
Radiator berfungsi memindahkan panas ke udara adara melalu kisi kisi lubang radiator tempat udara mengalir, di dalam radiator terdapat saluran pipa kecil yang di sebut core berisi cairan coolant yang akan di stabilkan temperatur nya oleh putaran fan. Ukuran dan besar radiator telah di sesuaikan mengikuti spesifikasi engine dan dan volume coolant system dari pabrik.



5. Pressure cap
Berfungsi menjaga tekanan dalam coolant system tetap terjaga lebih tinggi dari tekanan atmosfir, dibuatnya cooling system yang bertekanan membuat panas dari coolant dapat mencapai temperatur di atas titik didih pada umumnya agar engine dapat beroperasi di tempat ketinggian yang nilai temperatur titik didihnya relatif rendah. Ini juga berfungsi menekan terjadinya gelembung akibat aliran coolant sehingga usia komopnen dalam cooling system berumur panjang.


6. Saluran air atau Hose
Adalah saluran penghubung dari coolant system yang menghubungkan ke semua komponen ranhkaian cooling system , terbuat dari hose rubber sintetik atau logam saling berkaitan terikat dengan clamp atau seal.


Komponen-komponen cooling system yangvtelah di sebutkan adalah bagian genaral dan secara umum yang terdapat pada sebuah engine , terdapat berbagia type dan model bentuk komponen mengikuti perkembangan untuk tujuan efisiensi dan pengoptimalan kerja cooling system pada sebuah engine.

Kamis, 02 September 2021

Fungsi Cooling System Pada Engine Diesel

Fungsi Cooling system Pada engine diesel, Cooling system atau sistem pendingin berfungsi untuk menjaga agar temperatur mesin berada pada suhu kerja , sebagai penyerap dan pembuang panas berlebih dari hasil pembakaran komponen komponen engine diesel, Untuk memperoleh kerja yang maksimum engine diesel memerlukan cooling sistem. Usia pada engine sangat di pengaruhi oleh cooling sistem. Jika cooling system engine terjadi kegagalan sistem saat engine beroperasi walau dalam waktu singkat dapat menyebabkan kerusakan yang cukup besar.

Cooling system engine diesel yang tidak normal merupakan penyumbang kerusakan paling banyak pada sebuah engine diesel , hal ini sering di kira bahwa Lubrication System yang menjadi penyebab terbesar , Temperatur cooling sistem yang rendah menyebabkan panas oli dan viscositas engine oil pada engine tidak sesuai yang di harapkan sebuah engine sehingga terhambat untuk melumasi dan mengaliri logam dalam engine, begitu juga temperatur cooling sistem yang terlalu tinggi akan menyebabkan viscositas engine oil menjadi terlalu encer dan pelumas untuk melapisi logam pada engine berkurang.

Pada sebuah engine diesel yang beroperasi temperatur pembakaran engine dapat mencapai 1600°C dan rata rata cooling system beroperasi pada temperatur 88-98°C  maka dari itu jika cooling sistem mengalami kegagalan dalam waktu singkat akan terjadi kerusakan yang signifikan pada engine diesel. Terlalu dingin dan terlalu panas temperatur cooling system dapat mempengaruhi usia kompnen pada sebuah engine diesel.

Cara kerja cooling system engine pada saat engine beroperasi bergantung pada metode konduksi radiasi dan perpindahan panas, Cairan coolant pada cooling system mengalir dari Radiator di alirkan oleh waterpump kedalam Engine block, cylinderhead dan oil cooler, mengabil panas dari hasil pembakaran secara konduksi mengalirkannya keluar keluar engine dan di dinginkan oleh putaran fan radiator melewati kisi kisi lubang radiator , aliran secara terus menerus bekerja mengambil panas yang di hasilkan engine dan di dinginkan mencapai temperatur operasi kerja engine. 

Beberapa komponen komponen utama cooling system meliputi Water pump , Jacket water, Temperatur regulator, Radiator, Pressure cap, Saluran air akan di jelaskan pada artikel  berikutnya. Penjelasan cooling sistem secara singkat di atas dapat mejadi referensi prinsip dasar cooling sistem pada engine diesel secara umum. 

Minggu, 29 Agustus 2021

5 Sistem Pada Engine Diesel

System pada engine diesel, Di dalam sebuah engine yang beroperasi terdapat beberapa system dasar yang saling berkaitan dan mendukung untuk sebuah engine dapat bekerja optimal dan maksimal, selain itu sistem ini juga berfungsi untuk merawat komponen engine untuk mendapat life time yang lebih panjang , Salah satu sistem engine diesel yang mengalami masalah akan berdapak besar pada operasi engine, Berikut adalah 5 Sistem pada engine diesel .

1. Lubrication System
Sistem lubrikasi berfungsi untuk melumasi komponen engine yang saling bergesekan untuk mengurangi keausan sebuah komponen dalam jangka tertentu Seperti Piston,Crankshaft, Camshaft dan Valve cylinder head .


2. Air Intake And Exhaust System
Berfungsi menyuplai sejumlah udara masuk ke ruang bakar untuk proses terjadinya langkah kompresi pembakaran dan setelah itu gas buang hasil pembakaran di keluarkan melalui exhaust manifold di buang ke udara bebas.


3. Fuel Systwm
Fuel system berfungsi menyuplai bahan bakar kedalam ruang bakar sebuah engine dengan nilai dan satuan waktu tertentu untuk proses langkah kompresi dan pembakaran agar sebuah engine dapat beroperasi


4. Coling System
Cooling system atau sistem pendingin bertugas untuk menjaga temperatur engine yang sedang beroperasi tetap pada temperatur operasi yang di inginkan, Serta untuk menjaga usia komponen menjadi lebih lama dengan life time yang di tentukan.


5. 4 Stroke system
4 Stroke system adalah empat langkah engine untuk mendapat satu kali proses pembakaran dalam sebuah engine saat beroperasi, satu kali proses pembaran pada engine terdapat 2 kali putaran crankshaft dan 4 langkah system yaitu Intake Stroke , Compression Stroke , Power Storke dan Exhaust Stroke .

Diatas adalah sistem dasar engine agar dapat beroperasi dengan makasimal serta mencapai life time operasi yang di inginkan, Sistem akan bekerja dengan baik jika sistem lain nya juga baik. Perawatan dan perbaikan berkala tetap harus di lakukan untuk mendapat perfoma engine yang baik. Semua sistem akan di jabarkan satu persatu pada artikel berikut nya.